Indonesia Digital Camera Community  
Home | Review | Forum | Berita&Info | Artikel | Contact Us  

"Maaf Ada Maintenance, jadi Situs ini Mungkin Belum Jalan Sempurna"

Kamera-Digital.com Review Review Menu : Review Home | Login | Register | Help | Search
 

Digital Camera Review : products (Silahkan memberikan review anda)
Search Review:   
REVIEW PRODUCT OLEH PENGGUNA DAN MEMBER kamera-digital.com

Kamera-Digital.com >> Sony >> Sony Alpha A-200
 
Sony Alpha A-200
: 5.00 (: 2) (2 suara)
Sony Aplha DSLR A200 adalah kamera digital dengan jenis DSLR dengan resolusi 10.2 megapixel, dengan menggunakan sensor CCD APS. Kamera Digital jenis ini dikeluarkan oleh Sony dengan beberapa fasilitas hightech antara lain Sony Bionz processing engine, Dynamic Range Optimizer (DRO), Super Steady Shot (stabilisasi pada sensor), noise control dengan ISO maksimal sampai 3200.

Kamera SLR profesional dengan fitur yang lengkap, terbuat dari plastic dengan warna hitam.


Spesifikasi :
- Resolusi 10.2-megapixel APS CCD sensor dengan 10M/5.6M/2.5M image sizes
- Sony Alpha / Minolta-A bayonet lens mount
- Jenis type file JPEG, RAW, or RAW+JPEG
- Shoot pada kondisi normal 3:2 or 16:9 (HDTV) aspect ratios
- Super SteadyShot anti-shake system dengan viewfinder indicator
- D-Range Optimizer untuk mendapatkan highlight dan shadow lebihdetail
- LCD ukuran 2.7-inch TFT color Clear Photo LCD Plus
- 9-point AF with Wide, Spot and Local Area Selection
- Shutter speeds: 30 sampai 1/4,000 seconds, 1/160 sec. flash sync
- ISO Range: 100 - 3200 equivalent
- Jenis memory: CompactFlash I/II card slot, Microdrive dan MSDuo/MSDuo Pro compatible (dengan tambahan adapter)
- Battery High capacity (1600 mAh) lithium-ion battery pack dilengkapi dengan charger included
- Hot Shoe TTL untuk flash
- Berat 500g
- Ukuran 130.8 x 98.5 x 71.3 mm


Official website : Sony Alpha A200

More Information:
Sony A200 adalah kamera penerus dari Sony A100, merupakan kamera digital jenis SLR, dengan fasilitas yang lengkap dan mudah untuk digunakan. Focal leght multiplier dari kamera ini adalah 1.5x. Dengan bawaan pada saat pembelian adalah lensa standard 18-70mm f/3.5-5.6 kit lens.

Kamera Sony A200 dilengkapi dengan Sony Anti Dust Technology, yaitu sebuah fitur yang membuat sensor CCD menjadi bersih jika terkena debu. Fitur ini memanfaatkan teknologi coating pada CCD filter dan bekerja sama dengan getaran pada sensor untuk menjatuhkan debu-debu yang berada pada sensor. Fitur ini bekerja pada saat kamera dihidupkan ataupun dimatikan. Fungsi ini juga ada pada kamera sebelumnya Sony A100. Viewfilder pada kamera Sony A-200 menggunakan jenis penta mirror dengan akurasi mencapai 95%. Dengan eyepice yang dapat di lepas.

Super Steady Shot adalah teknologi yang diusung kamera ini, yaitu stabilization yang terdapat pada body kamera (bukan pada lensa) yang membuat pengguna dapat melakukan shoot pada kecepatan hingga mencapai 3.5 step lebih lambat dibandingkan shutter speed standart kamera pada umumnya. Fasilitas ini memiliki kelebihan bahwa karena imagestabilizationnya berada di body, maka dengan memakai lensa apapun, fasilitas ini tetap dapat digunakan. Ini berbeda jika menggunakan kamera SLR pada umumnya yang imagestabilizationnya berada pada lensa, yang membuat fasilitas tersebut hanya bisa dipakai pada lensa-lensa tertentu saja. Mount dari kamera Sony A-200 ini adalah Minolta Maxxum mount lense.

Ukuran Sony A-200 sedikit lebih ringan dan lebih kecil dibanding pendahulunya Sony A100, tetapi ukurannya masih sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan Canon EOS 450D dan Nikon D60. Build quality yang baik dari kamera ini dan sangat nyaman jika dioperasikan dengan menggunakan 2 tanggan. Kamera ini memiliki LCD dengan ukuran 2,7in pada bagian belakang dengan resolusi 230.000 pixel masih terang jika dilihat pada keadaan terang sinar matahari.

Battery yang digunakan pada kemera ini adalah NP-FM500H lithium 7.2v / 1600mAh, yang di sebutkan jika pada kondisi normat dapat digunakan hingga mencapai 750 pengambilan foto. Untuk ukuran kamera ini kekuatan itu sangat bagus, tetapi ini jiga sangat dipengaruhi dengan seberapa banyak kita melihat LCD, karena semakin sering LCD digunakan untuk review atau melakukan setting lainnya, maka semakin boros battery kamera yang diperlukan. Oleh sebab itu sebaiknya tetap disediakan battery cadangan untuk kondisi yang tidak terduga.
Total review : 2 member | Di Baca : 11725 kali 

----- Dibawah ini Review dari Members Kamera-Digital.com -----

rendra 

Registered:
08-06-2003

Posts: 3116
IP: Logged

View Profile Send Email to User
 
jakarta
 
Kamera :
batu bata aja

Rating : : 5.00 (: 1)

 Kelebihannya :
+ Menu sederhana, informatif dan mudah dioperasikan
+ Kualitas foto sangat bagus (warna matang/vibrant, noise high ISO relatif rendah)
+ Harga yang sangat bagus untuk D-SLR 10 MP (paling murah untuk model baru di kelasnya)
+ Opsi Vertical grip

 Kekurangannya :
- Tidak ada kekurangan yang signifikan untuk kamera seharga ini (i.e Live View yang merupakan gimmick bagi SLR)

Alpha 200 yang merupakan penerus A100 sebagai perintis SLR di lineup Sony Alpha, merupakan salah satu kamera yang sangat nyaman digunakan.

Kontur body cukup nyaman dipegang dan pengaturan letak tombol yang cukup mudah diakses dan dipahami walau tanpa membaca buku manual

Bila anda belum pernah memakai Sony Alpha, anda akan kagum dengan default reproduksi warna yang sangat kinclong (vibrant) dibandingkan default yang dihasilkan kamera merek lain. Pemilihan jenis reproduksi warna akan dengan mudah diatur melalui fitur 'Creative Style' (kalo di Canon 'Picture Style' / Nikon "Picture Control') yang disesuaikan dengan kebutuhan

salah satu keasyikan kamera ini adalah untuk mengakses cepat pengaturan setting dengan menekan tombol "Fn" yang mana kita akan masuk ke display semua settingan yang dipakai saat itu.

sangat direkomendasikan bagi mereka yang punya bujet pas-pasan untuk mendapatkan SLR digital harga ekonomis dan fitur yang cukup lengkap.


____________________________
.. from darkness to HIS everlasting light..

30-09-2008 at 08:20 PM
ismailfaruqi 

Registered:
22-11-2008

Posts: 80
IP: Logged

View Profile Send Email to User
 
Depan Viewfinder
 
Kamera :
Sony A(900 - 700),Tamron 17-50 2.8, Sandisk Extreme IV

Rating : : 5.00 (: 1)

 Kelebihannya :
+ In-body stabilizer (2 stop - 2,5 stop)
+ In-body auto-focus motor
+ 9-point AF
+ Termurah di kelasnya
+ DRO
+ Continuous shooting tercepat di kelasnya (2.8fps vs 2.5fps (Nikon D60 & EOS 1000D))
+ Akses terhadap lensa-lensa Zeiss yang legendaris dengan fitur Auto Focus (Zeiss di Nikon, Canon, dan Pentax hanya bisa Manual).
+ Ergonomi lebih baik dibanding Nikon D60 dan EOS 1000D
+ Ada exposure bracketing (Nikon D60 tidak ada)

 Kekurangannya :
- Review foto agak lambat dibandingkan kompetitor
- Noise di hasil JPEG di ISO 800, 1600 relatif lebih jelek dibanding kompetitor. Sangat direkomendasikan menggunakan RAW.
- Peletakan tombol ISO dan Drive Mode kurang ergonomis
- Tidak ada bisa melihat info white balance di viewfinder
- Komunitas Sony/Minolta di Indonesia tidak sebesar Canon/Nikon (misal: agak susah rental lensa)
- Metering kadang-kadang ultra-over-exposure di kasus tertentu.
- LCD kurang akurat dan lebih sulit dilihat dibanding Nikon D40.

Murah-murah-murah! Fitur-fitur-fitur! Mungkin ini kata yang paling cocok menggambarkan Sony A200. Kemaren beli bekas, 3,4 Jt rp.

Catatan mengenai kekurangan:
- Review foto: setelah menekan tombol shutter sampai gambarnya keluar di LCD, kamera ini membutuhkan 2 detik. Nikon dan Canon kurang dari 1 detik. Namun, anda tetap bisa memotret dengan lancar di continuous dan bracketing mode.
- Mengenai noise, pemrosesannya menurut saya sepertinya lebih jelek daripada D60 dan EOS1000D (tidak beda jauh sih). Meski begitu, bisa diatasi dengan mengambil RAW dan memprosesnya dengan software pengolah noise khusus seperti Noise Ninja / Neat Image. Dijamin hasilnya lebih bagus daripada kompetitornya.
- Mengenai tombol ISO dan Drive, meski kurang ergonomis, masih lebih baik daripada Nikon D60 yang tidak memiliki keduanya.
- Mengenai info white balance di viewfinder, ini tidak terlalu penting.
- Mengenai komunitas, perlu anda pikirkan juga apabila anda ingin berinvestasi di sistem Sony Minolta. Sepertinya rental lensanya sedikit (mungkin ada yang mau membuka usaha?
- Mengenai metering ultra-over-exposure: Entah kenapa kadang-kadang (lebih tepat disebut jarang) di tempat yang tidak begitu gelap, meteringnya suka ultra-over-exposure sehingga gambarnya jadi putih saja. Namun selain kasus aneh yg jarang terjadi itu, meteringnya selalu akurat.
- LCD kurang akurat: Setelah memakai beberapa lama dan membandingkan dengan Nikon D40, menurut saya LCD kamera ini kurang akurat. Entah kenapa, perbedaan warnanya dengan monitor lebih besar dibandingkan D40. Mungkin ini yang membuat saya menginginkan A700 :P

Meski begitu, kelebihan kamera ini JAUH MENGUNGGULI kekurangannya.
+ In body Stabilizer: Stabilisasi untuk semua lensa, dan ini fitur khas sistem Sony yang SANGAT saya lihat dalam memilih Sony. Anda bisa membeli lensa Tamron 2.8 stabilized, dengan harga 1/3 milik Canon (EF-S 17-55 IS USM), atau 1/4 milik Nikon (AF-S 17-55)!
+ In body AF-motor: Terutama penting kalau anda menyukai prime-lens. Saat review ini ditulis, Nikon D60 tidak memiliki pilihan prime lens dari Nikon (kecuali pakai Sigma)
+ 9-point AF: Kadang-kadang berguna untuk komposisi tertentu
+ Termurah di kelasnya: Mulai dari body dan lensanya, jelas. Sayang, sebaliknya lensa Zeiss-nya termahal di kelasnya
+ DRO: suka lihat muka gelap saat shot menghadap matahari? DRO jawabannya (meski hanya untuk JPEG)
+ Continuous shooting tercepat di kelasnya: bagus sih, namun buat saya kurang penting karena jarang memotret olahraga.
+ Akses terhadap lensa Zeiss: Kalau anda dikaruniai Tuhan dengan uang untuk membeli lensa, Zeiss yang terbaik di setiap kelasnya. Titik.

Selain itu, saran saya belilah CF card yang cepat untuk kamera ini. Sebagai contoh, awalnya saya menggunakan A-Data yang murah (write speed: 4 MB/s), dan akibatnya sesudah shoot RAW, harus menunggu 6 detik. Ketika menggantinya dengan Sandisk Extreme III (write speed: 20 MB/s), waktunya berkurang jadi 2 detik saja. Sangat signifikan.

Sekali lagi, kamera ini sangat disarankan. Di antara Nikon D60 dan EOS 1000D, kamera ini yang paling mendukung perkembangan skill fotografi kita. Namun begitu, cobalah bandingkan dengan model lain terlebih dahulu sebelum membeli.

Tambahan:
Sony A200 @ ISO 3200, RAW (ismailfaruqi) & JPEG (rendra)

____________________________
Lagi belajar, kakak...
Review Sony A200
[FS] Jual Sony A200 + CF 4 GB + LCD Cover Sony Asli
[FS] 2nd Wave Lensa Sony/Minolta!! Paling tidak lihat dulu!!

22-11-2008 at 01:42 PM

Tulis Review Produk ini



Kamera dibawah 3 Megapixel Kamera 3 sampai 6 Megapixel Kamera diatas 6 Megapixel



[ Kembali ke Review Main Page ]

 

Not Logged In? Username:      Password:   Lost your password?  

Masukan dan apa saja, mohon menghubungi webmaster

 
All trademarks are belongs to their brand owner company.
This reviews are Personal Opinion.

Powered by: PHP, MySQL, & StReview (Mod. tForum). This Website is Copyright 2003-2004 by Kamera-Digital.com
All fix for Script and StReview created by AnDi
I n d o n e s i a