|
ismailfaruqi Registered: 22-11-2008 Posts: 117 IP: Logged
   Depan Viewfinder   Kamera : Sony A(900 - 700),Tamron 17-50 2.8, Sandisk Extreme IV
|
Rating : 
Kelebihannya : + In-body stabilizer (2 stop - 2,5 stop)
+ In-body auto-focus motor
+ 9-point AF
+ Termurah di kelasnya
+ DRO
+ Continuous shooting tercepat di kelasnya (2.8fps vs 2.5fps (Nikon D60 & EOS 1000D))
+ Akses terhadap lensa-lensa Zeiss yang legendaris dengan fitur Auto Focus (Zeiss di Nikon, Canon, dan Pentax hanya bisa Manual).
+ Ergonomi lebih baik dibanding Nikon D60 dan EOS 1000D
+ Ada exposure bracketing (Nikon D60 tidak ada)
|
|
Kekurangannya : - Review foto agak lambat dibandingkan kompetitor
- Noise di hasil JPEG di ISO 800, 1600 relatif lebih jelek dibanding kompetitor. Sangat direkomendasikan menggunakan RAW.
- Peletakan tombol ISO dan Drive Mode kurang ergonomis
- Tidak ada bisa melihat info white balance di viewfinder
- Komunitas Sony/Minolta di Indonesia tidak sebesar Canon/Nikon (misal: agak susah rental lensa)
- Metering kadang-kadang ultra-over-exposure di kasus tertentu.
- LCD kurang akurat dan lebih sulit dilihat dibanding Nikon D40.
|
|
Murah-murah-murah! Fitur-fitur-fitur! Mungkin ini kata yang paling cocok menggambarkan Sony A200. Kemaren beli bekas, 3,4 Jt rp.
Catatan mengenai kekurangan:
- Review foto: setelah menekan tombol shutter sampai gambarnya keluar di LCD, kamera ini membutuhkan 2 detik. Nikon dan Canon kurang dari 1 detik. Namun, anda tetap bisa memotret dengan lancar di continuous dan bracketing mode.
- Mengenai noise, pemrosesannya menurut saya sepertinya lebih jelek daripada D60 dan EOS1000D (tidak beda jauh sih). Meski begitu, bisa diatasi dengan mengambil RAW dan memprosesnya dengan software pengolah noise khusus seperti Noise Ninja / Neat Image. Dijamin hasilnya lebih bagus daripada kompetitornya.
- Mengenai tombol ISO dan Drive, meski kurang ergonomis, masih lebih baik daripada Nikon D60 yang tidak memiliki keduanya.
- Mengenai info white balance di viewfinder, ini tidak terlalu penting.
- Mengenai komunitas, perlu anda pikirkan juga apabila anda ingin berinvestasi di sistem Sony Minolta. Sepertinya rental lensanya sedikit (mungkin ada yang mau membuka usaha? 
- Mengenai metering ultra-over-exposure: Entah kenapa kadang-kadang (lebih tepat disebut jarang) di tempat yang tidak begitu gelap, meteringnya suka ultra-over-exposure sehingga gambarnya jadi putih saja. Namun selain kasus aneh yg jarang terjadi itu, meteringnya selalu akurat.
- LCD kurang akurat: Setelah memakai beberapa lama dan membandingkan dengan Nikon D40, menurut saya LCD kamera ini kurang akurat. Entah kenapa, perbedaan warnanya dengan monitor lebih besar dibandingkan D40. Mungkin ini yang membuat saya menginginkan A700 :P
Meski begitu, kelebihan kamera ini JAUH MENGUNGGULI kekurangannya.
+ In body Stabilizer: Stabilisasi untuk semua lensa, dan ini fitur khas sistem Sony yang SANGAT saya lihat dalam memilih Sony. Anda bisa membeli lensa Tamron 2.8 stabilized, dengan harga 1/3 milik Canon (EF-S 17-55 IS USM), atau 1/4 milik Nikon (AF-S 17-55)!
+ In body AF-motor: Terutama penting kalau anda menyukai prime-lens. Saat review ini ditulis, Nikon D60 tidak memiliki pilihan prime lens dari Nikon (kecuali pakai Sigma)
+ 9-point AF: Kadang-kadang berguna untuk komposisi tertentu
+ Termurah di kelasnya: Mulai dari body dan lensanya, jelas. Sayang, sebaliknya lensa Zeiss-nya termahal di kelasnya 
+ DRO: suka lihat muka gelap saat shot menghadap matahari? DRO jawabannya (meski hanya untuk JPEG)
+ Continuous shooting tercepat di kelasnya: bagus sih, namun buat saya kurang penting karena jarang memotret olahraga.
+ Akses terhadap lensa Zeiss: Kalau anda dikaruniai Tuhan dengan uang untuk membeli lensa, Zeiss yang terbaik di setiap kelasnya. Titik.
Selain itu, saran saya belilah CF card yang cepat untuk kamera ini. Sebagai contoh, awalnya saya menggunakan A-Data yang murah (write speed: 4 MB/s), dan akibatnya sesudah shoot RAW, harus menunggu 6 detik. Ketika menggantinya dengan Sandisk Extreme III (write speed: 20 MB/s), waktunya berkurang jadi 2 detik saja. Sangat signifikan.
Sekali lagi, kamera ini sangat disarankan. Di antara Nikon D60 dan EOS 1000D, kamera ini yang paling mendukung perkembangan skill fotografi kita. Namun begitu, cobalah bandingkan dengan model lain terlebih dahulu sebelum membeli.
Tambahan:
Sony A200 @ ISO 3200, RAW (ismailfaruqi) & JPEG (rendra)
____________________________
Lagi belajar, kakak...
Review Sony A200
[FS] Jual Sony A200 + CF 4 GB + LCD Cover Sony Asli
[FS] 2nd Wave Lensa Sony/Minolta!! Paling tidak lihat dulu!!
|