|
RETOUCH IMAGE DIGITAL - Untuk Keperluan Cetak     
Kamera-Digital.com (Chandra R)
Untuk mendapatkan hasil yang indah, terkadang perlu dibantu dengan program komputer sehingga hasilnya bisa lebih baik. Berikut adalah langkah-langkah yang sering dilakukan pada image digital untuk
keperluan cetak, dengan menggunakan program Photoshop 7.0:
1.Levels (Ctrl+L):
utk memperbaiki tonal balance image, geser slider histogram (input levels)
pada ujung kiri / kanan (black / white point) shg tdk terdapat gap (posisikan
pada titik di mana awal mulai menanjak / menurunnya histogram), bila image
terlihat kurang terang, geser slider tengah (mid point) ke kiri (biasanya cukup
antara 1,20 - 1,40). Bagi yang sudah terbiasa, Curves (Ctrl+M) akan
dirasa lebih powerfull dengan fungsi yang sama.
Auto Levels dapat digunakan, jika kita merasa cukup puas dgn hasilnya,
walau tdk selalu berhasil.
Auto Color dapat digunakan utk mengoreksi warna, jika kita mempergunakan
ini, tidak perlu lagi pengaturan Levels, krn pada Auto Color, selain dilakukan
koreksi warna, juga sekaligus diperbaiki levelnya;
jika kurang puas, dapat dilakukan dgn Color Balance dan / atau Hue/Saturation.
2.Burn / Dodge Tool:
Untuk memperbaiki “bagian” image yang terlalu terang / gelap, lakukan
bilamana diperlukan.
3.Healing Brush / Clone Stamp Tool:
Untuk “menambal” bagian image yang cacat atau yang tidak dikehendaki dgn
bagian image lain yang mirip.
Healing Brush cocok bila tekstur aslinya ingin dipertahankan (mis:
menghilangkan jerawat wajah);
Clone Stamp akan “menjiplak” persis seperti aslinya.
4.Blur / Sharpen Tool:
Untuk mengaburkan / menajamkan “bagian” image,
Blur Tool sering digunakan untuk “menyembunyikan” bagian image yang
dianggap mengganggu (mis: mengaburkan kerutan2 wajah), sebaliknya Sharpen Tool
banyak digunakan untuk menajamkan bagian image yang kurang tajam.
5.Crop Tool:
Digunakan untuk mengcropping sekaligus meresize image sesuai dengan format
ukuran cetaknya, di sini kita juga bisa memperbaiki framming foto seperti apa
yang dilakukan dengan Rectangular Marquee Tool (selection), dengan
catatan perbandingan panjang - lebarnya sudah ditentukan sebelumnya, atau
memperbaiki sudut pandang (perspektif), terutama berguna pada pemotretan dgn
lensa sudut lebar (wide angle lens), di mana lebih mudah terjadi barrel
distorsion (terutama pada tepi frame, utk obyek arsitektur).
Isilah panjang / lebarnya sesuai dengan ukuran cetak yang kita inginkan (dalam
satuan cm atau inch), jangan lupa isi resolusinya sesuai dengan resolusi
cetaknya, saat ini resolusi cetak minilab foto adalah 300 ppi.
Jangan lupa, kita harus menyesuaikan resolusi image kita dengan ukuran
cetaknya (resolusi 300 ppi), agar hasil cetaknya optimal, karena bila dipaksakan
image dengan resolusi rendah, dicetak dalam ukuran besar, hasilnya tidak akan
optimal, walau secara otomatis saat resize, dilakukan interpolasi (meningkatkan
jumlah pixel), tapi detail, informasi warna, dll. tidak bertambah, sehingga
hasilnya adalah image dengan detail rendah, kurang tajam, lebih banyak noise /
artefact. Agar hasil akhirnya optimal, usahakan image aslinya cukup baik dengan
resolusi cukup tinggi, sesuai dengan ukuran cetaknya; maksimal interpolasi boleh
dilakukan sebesar 1,5-2,0 kali, pastikan metode Bicubic yang kita pilih untuk
hasil terbaik; bila kita ingin hasil yang lebih baik lagi, terutama untuk
keperluan cetak ukuran besar, bisa mempergunakan plug-in Photoshop (optional)
dengan metode “Fractal”.
Contoh image digital dengan max ukuran cetaknya (pada resolusi 300 ppi) TANPA
interpolasi:
1600 x 1200 (2 MP) : 4R
2048 x 1536 (3 MP) : 5R dst.nya.
6.Unsharp Mask (USM):
Filter ini termasuk filter sharpen, kelebihannya kita dapat mengatur
parameternya sesuai dengan kebutuhan, lakukan pada langkah terakhir, atau setiap
setelah melakukan resize image, di mana umumnya image menjadi lebih soft (berkurang
ketajamannya).
Untuk keperluan cetak:
Amount: 100-200% untuk meningkatkan kontras pixel, umumnya cukup 150%.
Radius: 1-2 pixel
untuk menentukan jumlah pixel di sekitar tepi pixel yang ditajamkan, untuk
tepatnya: bagi nilai resolusi cetaknya dengan angka 200, misalnya: resolusi
cetak 300 ppi, berarti 300/200= 1,5 pixel.
Threshold: 2-20 pixel
untuk menentukan seberapa tajam pixel dari daerah sekitarnya. Umumnya cukup
sekitar 15 pixel, nilai yang terlalu kecil, akan membuat noise / artefact
berlebihan.
Satu yang perlu diingat, hasil USM pada cetakan, TIDAK sedramatis seperti
yang terlihat di monitor (pembesaran 100%).
Bila ingin melihat “preview” hasil cetaknya, tampilkan dgn hand tool:
print size, untuk amannya zoom-in 40-50%, krn biasanya hasil cetak lebih detail
/ tajam dari zoom 24%.
NB:
Kita tidak perlu merasa “bersalah” dengan melakukan retouch image digital yang kita dapatkan dengan kamera digital, karena hal yang samapun dilakukan pada saat proses pencetakan di lab foto pada hasil cetak film (kamera analog), apa yang kita dapatkan, adalah yang sudah “jadi”, bedanya adalah, dengan “digital dark room”, kita lebih mudah melakukannya (sendiri, atau oleh operator lab foto).
Ditulis oleh : Chandra R (chan8lus@cbn.net.id)  
|